Rabu, 06 April 2016

Ketika malam hadir di pelupuk mata
dengan segala kegalauannya
Senja berlalu begitu saja
hadirkan sepi dalam sepinya malam
Aku merasa sungguh merana

Aku tak punya bahasa
Diam dalam Ketidak mengertian
Marah dalam keheningan
Memberontak arah arah
yang menghujam jiwaku

Kapan lagi kan hadir cahaya
dimana fajar sudah tak lagi datang
ketika aku terjebak dalam hingar bingar malam
emosi yang membuncah
menanti sebuah serpihan yang jatuh dari surga
yang kunyakini itu
adalah dirimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar