seseorang yang sedang terpeleset kedalam jurang. sekarang sedang berusaha menaiki jurang itu agar aku bisa kembali bertemu dengan orang orang yang aku sayangi
Senin, 18 Juni 2012
Jumat, 03 Februari 2012
Pasti Bisa!!
seberapa sering kau mendengar kau mengeluh itu adalah seberapa sering aku mendengar aku mengeluh. seperti pengalaman ku yang lalu. hari itu pelajaran agama tugas membuat makalah dalm dua hari harus sudah selesai. aku mengeluh banyak tentang waktu yang kuranglah atau banyak keluhan lainnya.tapi percaya kita bisa membuat ku melakukannya.
Rumput yang Tak HIjau Lagi
Pagi. Memang tak seperti dalam cerita cerita yang selalu berkata pagi yang cerah. Yang selalu di mulai dengan senyuman bahagia, matahari yang terbit dengan cahaya kuningnya yang sering dibilang sunrise yang indah. tapi pagi ini adalah pagi dimana langit di selimuti kelabu dimana matahari enggan menampakkan diri.
aku mengerti. pagi ini tidak akan pernah seperti pagiku dulu,di mana aku melupakan penat yang membebaniku selalu berdiri tegak seperti tak ada beban. aku mengerti, bahwa penderitaan ini belum berkurang sejengkalpun. penderitaan yang menguras air mata sehingga tak dapat menangis lagi.
"masih berduka cita sarah?" sapa seseorang dari belakang punggungku. aku menghela nafas sepertiku membiarkan semua pergi ."seperti yang kau lihat maria"jawabku. Maria memalingkan wajahnya.aku tahu meski aku tak menatap wajahnya, aku mengerti. Maria menangis terluka seperti diriku yang terluka, berduka seperti aku yang berduka. ya, kami tahu bahwa semua ini tak mudah untuk kami lewati. maria....relakan ibu kita, ayah kita bersama tuhan di atas sana, relakan saudara- saudara kita....karena bencana ini takdir-Nya. bersambung......
aku mengerti. pagi ini tidak akan pernah seperti pagiku dulu,di mana aku melupakan penat yang membebaniku selalu berdiri tegak seperti tak ada beban. aku mengerti, bahwa penderitaan ini belum berkurang sejengkalpun. penderitaan yang menguras air mata sehingga tak dapat menangis lagi.
"masih berduka cita sarah?" sapa seseorang dari belakang punggungku. aku menghela nafas sepertiku membiarkan semua pergi ."seperti yang kau lihat maria"jawabku. Maria memalingkan wajahnya.aku tahu meski aku tak menatap wajahnya, aku mengerti. Maria menangis terluka seperti diriku yang terluka, berduka seperti aku yang berduka. ya, kami tahu bahwa semua ini tak mudah untuk kami lewati. maria....relakan ibu kita, ayah kita bersama tuhan di atas sana, relakan saudara- saudara kita....karena bencana ini takdir-Nya. bersambung......
Langganan:
Postingan (Atom)