Kamis, 27 Februari 2014

four clove

i never knew
i never saw you before
though everyday you were beside me
and support me

i never thought it'll be hurt when you leave me
i never thought that my heart will feel  this wound
so deep inside
i never thought that i need you
i just did think that i did everything by my self

please don't leave me
why you don't listen to me?
why you just keep your mouth in silent and did not answer me?
now i need you here
 but you're not here anymore
you feel so tired cause of my behaviour to you

four clove that i ever have, now is gone
now, how i could live a day without you?

SATU TETES AIR

jika aku melihatmu
jika aku memandangmu
semuanya hanya jika
aku tak pernah melihatmu ataupun memandangmu.

aku tak pernah tahu sehebat apa engkau
yang sesungguhnya
semuanya hanya sekedar pernah mendengar
lalu siapakah engkau?

aku hanya menyakinimu pernah ada
aku hanya menyakinimu hadir di hidupku
tapi siapakah engkau?
mengapa aku tak mampu melihatmu?
mengapa aku tak mampu memandang mu?

langit langit menangis
bumi merasa lelah
jiwa jiwa mulai melupakan
lalu siapakah engkau?

Senin, 24 Februari 2014

sebuah hujan

aku berjalan
membiarka angin menerpaku
membiarkan hujan menguyurku
hujan oh hujan

mengapa? mengapa aku menagis lagi?
ada apa? mengapa hanya aku yang merasa ini semua?
aku tak baik baik saja
aku sedang tak baik baik saja

petir oh petir
mengapa hati ini bergemuruh lagi?
mengapa hati ini mengeras kembali?
lebih keras dari batu
karena hujan tak mampu mengikisnya
lebih keras dari besi
karena karat tak tak mampu merapuhkan]

Allah oh Allah
mengapa ini terjadi terhadapku?
segala kekosongan ini
segala kesedihan ini
dan semua amarah ini
mengapa  hanya terjadi terhadapku?

Allah oh Allah
mereka terlihat bahagia
apakah mereka bahagia?
apakah aku bahagia?

Allah oh Allah
hadirlah disetiap ucapanku
gerak tubuhku
agar aku tak merasa hal ini lagi

Allah oh Allah
menngapa aku bersedih lagi

Jumat, 21 Februari 2014

finally

diseberang sana
harta kau tumpuk sebegitu tinggi
kau jaga benar benar
hingga orang disekelilingmu mati dan kau
membusuk bersama hartamu

di sebelah sini,
kurasa seorang derma
setiap hari aku selalu melihatnya berbagi
tapi hartanya tak pernah kulihat habis
orang disekitarnya pu hidup
dan ketika sang derma mati
ia tetap hidup dihati masyarakat selamanya.

Kamis, 20 Februari 2014

SESUNGGUHNYA...

entah aku harus berhuznudzon atau nggak. tapi katanya kalau kamu berhuznudhon itu lebih enak didengar.  walaupun sebenarnya aku gak nyangka kalau dia bisa secuek itu sama aku ya?waduh, ngakunya sahabat, tapi kok? lalu kusir pikiran ini lalu berkata, mungkin dia tak lihat. hahahah dan ternyata ada saudari saya yang peduli. hahaha nggak nyangka, kalau dia bakalan mengajukan diri untuk aku uji. lalu ku keluarkan kata kata putus asa. seperti aku sungguhan gitu deh. walaupun sebenarnya itu pernah terjadi setahun yang lalu. tapi aku tak sampai hati meninggalkan islam. karena islam adalah jalan terbaik yang pernah aku jalani. sampai kapanpun aku tak akan membiarkan diri ini meniggalkan islam. tentu saja aku sudah menemukan jawabannya.

TERIMAKASIH

kilat menyambar
lautan ciptakan ombak
langit ciptakan hujan
tapi gemuruh di hati ini begitu mengerikan

aku tak takut
aku tak membuangnya
aku tak akan mundur
tentangmu, aku akan maju kedepan
lebih dahulu, lebih cepat

aku kan jadi pelindungmu
dengan seluruh yang kumiliki
meski hanya batu di tanganku
dan pistol ditangan mereka

dengarkan aku, aku tak akan meninggalkanmu!

Rabu, 19 Februari 2014

MUDAH SAJA

secepat angin yang berhembus
engkau hilang dari pandanganku
tentangmu tlah ku hapus
dari memoriku

tentangmu
tentang senyuman senyuman yang kau berikan untukku
tentang semua janji janjimu
tentang apapun jika itu engkau

aku tak akan berjumpa denganmu lagi
aku tak akan pernah menuggumu lagi
aku akan pergi secepat anak panah yang meninggalkan busurnya

mataku begitu lelah melihatmu
tanganku telah enggan menggenggammu
kakiku letih berdiri disampingmu
kekuatanku telah hilang

kau selalu menagih janji janjiku
kau selalu memintaku
kau selalu berteriak padaku
"tolonglah aku"

tak lihatkah engkau? apakah kau tak melihatku?
dimana engkau?
ketika aku butuh uluran tanganmu, kau tinggalkan aku
acuh tak acuh
meniggalkanku tanpa sedikitpun menolehkan pandanganmu padaku

kutinggalkan dirimu
kutakkan menoleh lagi padamu
jika kau mati, matilah
aku tak akan peduli lagi