Rabu, 06 April 2016

Seperti Seorang Kekasih

tertidur di bawah pohon
menanti angin menerpa wajahku
mengelus lembut kepalaku
dan semakin terlelap dalam mimpiku

tertidur di bawah pohon
sendirian tanpa aku peduli
seperti hanya aku
seperti hanya kamu

lima hari aku menanti
tanpa sedikitpun makanan
tanpa setetes air
hanya aku yang tertidur
dibawah pohon yang rindang
dengar dedaunan yang bersorak ria

telingaku lambat laun telah tuli
mataku telah buta
lidahku berasa hambar
tanganku serasa kebas
kakiku seperti terpaku

lambat laun aku menghilang
pelan namun pasti
aku mulai lupa
kalau aku masih harus hidup

angin yang sepoi sepoi
temani dia yang kesepian
si pohon yang selalu terjaga
untuk melihatku
untuk lindungiku
dan langit jadilah saksi
sahabatku sipohon
sebentar lagi kan mati bersamaku
dan jadilah saksi akan pengorbanannya
karena aku tertidur di bawahnya
dan tak menyaksikan apapun

Keramaian yang Buatku Sepi

Terlalu dekat hinga terasa jauh
Terlalu lambat sehingga tersa begitu cepat
kapan waktu kan berhenti
suara suara tak kan berbunyi
kapan kaki ini tak dapat berpijak
pada bumi yang kokoh

ingin berhenti berbicara
menggigit lidah dan biarkan diri ini membisu
dibawah rindang pohon yang mencakar langit
yang akarnya menghujam bumi

Kepingan Surga

Akankan aku dapat melihat kembali
Akankah aku baik baik saja?
aku hanya tak tahu
yang ku tahu hadirmu
membawa sesuatu yang menggugah jiwa

Aku tak dapat memanggilnya cinta
karena aku membencimu
Aku tak dapat memanggilnya benci
karena hadirmu adalah sesuatu

lalu aku bertanya kembali pada diri
akanka aku merindukan rasa benci ini?
ataukah aku merindukan rasa cinta ini?
mungki saja kepergianmu
mengambil mozaik hidupku
atau mungkin aku hanya akan melompatimu
menjadi kenangan yang tak berarti
dan pergilah!
Apabila kusentuh wajah lembutnya
kuusap air matanya yang jatuh
ku katakan, dirimu akan baik baik saja
tapi hatinya begitu rapuh
begitu mudahnya terjebak dikegalauan

Engkau akan baik baik saja
tiada yang menakutkan dihidup ini
jika ada, kau tahu dimana harus berpegang

Yang Terabaikan

Hey
Untuk apa lelahmu?
Untuk apa kakimu?
Berdiri dan lelah
berbicara dan lelah
menulis dan lelah
berjalan dan lelah
tertawa sendiri dan lelah
melucu dan lelah
tidur larut malam dan lelah
untuk apa pengorbananmu?
hanya terabaikan dan lelah
Kau tinggalkan sepi dalam jiwaku
di setiap langkah kepergianmu
seperti pertambahan dalam matematika
sepi tambah sepi tambah sepi
sepi tanpamu

Kuharap kau berikan aku puisi
pengantar tidur
Agar sepi terganti damai
agar resah hilang

to: Mbak Antonim Tidak
Dirimu sepertii angin malam
Temani dalam sepiku
getarkan hatiku
belaiku hingga tertidur

Dirimu seperti pepohonan di hutan
ramaikan jiwaku
hijaukan hati gersangku
Hadirkan damai dalam diri

Dirimu seperti langit biru
membentang luas kasihmu
berterbangan segala raguku
yang ada kini hanya sebuah kenyakinan

iya
dirimu
Aku diam dalam sebuah imajinasi
hadir sebuah bayangan
Yang ingin kubuang jauh
tapi malah kupeluk erat

Aku terdiam dalam sebuah imajinasi
Hadir sebuah candu
Tak ingin aku berhenti
biarkan aku dalam khayalku
biarkan aku dalam mimpiku

Bukan ia yang berjasa
Bukan ia yang selalu hadir
Bukan mereka
Hnaya sebuah bayangan baru
hadirkan sensasi yang menggetarkan
kupeluk erat
tak ingin ku lepas

Ketika malam yang indah
Yang mengagumkan
Penuh dengan tawa gila
Bau yang tak asing lagi menyeruak
memenuhi ruang batin

Mereka berkata
"Aku terlahir kembali!"
Tertawa tiada henti
bak melihat komedi TV
terbahak bahak

Ketika malam yang indah
yang mengagumkan
hadirkan malaikat disepertiganya
lau aku berdoa
"Tuhan ampuni dosa kami"
Aku berharap
Para malaikat juga mengamininya
Ketika malam hadir di pelupuk mata
dengan segala kegalauannya
Senja berlalu begitu saja
hadirkan sepi dalam sepinya malam
Aku merasa sungguh merana

Aku tak punya bahasa
Diam dalam Ketidak mengertian
Marah dalam keheningan
Memberontak arah arah
yang menghujam jiwaku

Kapan lagi kan hadir cahaya
dimana fajar sudah tak lagi datang
ketika aku terjebak dalam hingar bingar malam
emosi yang membuncah
menanti sebuah serpihan yang jatuh dari surga
yang kunyakini itu
adalah dirimu