Saya sering mengamati Anda. Memperhatikan setiap perilaku dan perjuangan Anda. Terkadang saya kagum sendiri, pertanyaan Anda selalu membuat saya tak mampu berkata kata. tertahan dikerongkongan. Bukannya saya tak memiliki jawaban. Tapi kata mbak Senja, saya terlalu takut pada Anda, mbak Antonim tidak. Kapan terakhir kata yang Anda ucapkan membuat saya jatuh bangun, sedang Anda berlari semakin jauh meninggalkan saya. Mungkin saya sering tak mengerti apakah yang harus Anda lewati hingga Anda dapat berdiri disini. Akan tetapi tetap saja saya merasa sakit setiap kali Anda menegur saya, mbak Antonim tidak.
Saya mengerti, Anda menegur saya karena saya melakukan kesalahan dan saya mengerti itu memang salah saya. Saya berusaha sedewasa mungkin menerima apa yang Anda katakan pada saya. Menerima nasihat nasihat Anda. Tapi kadang saya bertanya tanya, perlukah Anda menyakiti perasaan saya? Bolehkah saya menyampaikan sesuatu pada Anda? Jika memang harus menghadirkan gersang dalam hati saya, Tak bisakan Anda hadirkan hujan didalamnya? Jangan berlari pergi.
Saya mengerti, Anda menegur saya karena saya melakukan kesalahan dan saya mengerti itu memang salah saya. Saya berusaha sedewasa mungkin menerima apa yang Anda katakan pada saya. Menerima nasihat nasihat Anda. Tapi kadang saya bertanya tanya, perlukah Anda menyakiti perasaan saya? Bolehkah saya menyampaikan sesuatu pada Anda? Jika memang harus menghadirkan gersang dalam hati saya, Tak bisakan Anda hadirkan hujan didalamnya? Jangan berlari pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar